Tolenrasi itu...

https://2.bp.blogspot.com/-IvUIfffmUog/WhTIHaFmhII/AAAAAAAAAZ8/v6lOrsR7S7k0eeJNrsX_17235gjLnyRAgCLcBGAs/s2300/TOLERANSI%2Bitu.png


Minggu kemarin ane baru saja pergi keluar jalan-jalan berdua bersama teman. Jarak yang kami tempuh sekitar 1 jam dari tempat ane bekerja. Jalan-jalan ini sering dilakukan orang-orang kebun seperti kami untuk melepas kejenuhan dikebun. Tapi ane bukan mau menceritakan jalan-jalannya melainkan hal menarik yang menurut ane itu adalah sebuah toleransi yang HQQ kata kids jaman now.

Pagi minggu itu sebenarnya ane lagi males-malesan ama bantal guling ane. Tapi temen ane nawarin ane untuk ikut jalan-jalan keluar kebun. Dipikir-pikir karena ada yang pengen ane beli jadi ane mau ikut sekalian nge-refresh otak. Okeh, kamipun siap-siap untuk meluncur kelokasi. Siang sekitar jam setengah dua belas kamipun berangkat mengendarai sepeda motor. Diperjalanan kami isi dengan ngobrol ngalor ngidul dan kebetulan temen ane yang satu ini emang orangnya gak bisa diem. Karena asyik ngobrol jauhpun perjalannya jadi tidak terasa sudah hampir sampai.

Karena kami berangkat di jam-jam makan siang jadi kami pun merundingkan tempat makan siang diatas motor. Beginilah kira-kira percakapan ane dengan temen ane (Erwin) yang kebetulan dia beragama kristen :

Erwin : Kau udah makan yon?

Ane : belum. Makan apa kita?

Erwin : Sebetulnya aku kesini pengen makan mie pangsit babi tapi karena sama kau kan nggak mungkin kuajak kau kesitu

Ane : Yaudah gak apa-apa kau makan mie pangsit babi lah, aku nanti makan nasi padang aja

Erwin : Nggak lah, enggak enak makan sendiri-sendiri

Ane : Jadi makan apa kita ?

Erwin : Makan mie ayam di dekat sana udah pernah kau?

Ane : belum pernah

Erwin : Yaudah kesana ajalah kita makan ya

Ane : Okeh

Akhirnya kami makan mie ayam bareng.

Sesimpel itulah ane mengartikan kata toleransi. Temen ane yang beragama kristen yang makan babi tidak diharamkan dia rela nggak makan itu padahal dia pengen banget. Sedangkan ane yang muslim woles dengan tidak melarang dia makan babi dan bahkan mempersilahkannya walaupun nggak makan babi. Yang akhirnya kami makan mie ayam, jalan tengah agar bisa makan barengan.

Bisa kita bayangkan bagaimana indahnya indonesia atau bahkan dunia kalau bisa saling tolenrasi beragama, suku dan ras. Keberagaman diciptakan tuhan bukan untuk saling bermusuh-musuhan dan mencari siapa yang paling benar melainkan agar kita bisa saling toleransi dan menghargai. Suatu kepercayaan itu tidak merugikan dan mencelakakan orang lain menurut ane patut buat kita untuk saling toleransi.

Jadi menurut kalian tolenransi itu...

Posting Komentar

Kalo mau kementar, komentar aja gak usah malu. Tapi kalo bisa yang baik dan sopan supaya enak dibacanya. Yaudah komentar gih (-_~)